Penentuan Sistem Kompensasi Berdasarkan Risk Assessment dan Performance Appraisal Karyawan (Studi Kasus: Petugas Operasional Pemadam Kebakaran Kota Padang)

Difana Meilani, Nurmay Rahmah

Abstract

Risk is a possibility of the occurrence that may affect the achievement of objectives. Risk can give positive or negative affect. One of jobs that has a high risk is firefighter job. Futhermore, a firefighters who are discipline, responsible, and good in team work, they must be given a reward for their motivation. Therefore, the compensation that they get is equal with the potential risk and working achievement. The compensation of the risk and achievement is included in extra payment of dangerous work (hazard pay) and bonus based on working achievement of an employee (merit pay). Comparing to the old system, the compensation system will increase the firefighters income from Rp 900.000 to Rp 1.297.280 every month. The addition will also increase the budget of Damkar from Rp 550.800.000 to Rp 793.935.156 every year.

Keywords: Compensation, Performance Appraisal, Risk

 

Abstrak

Risiko adalah suatu kemungkinan dari kejadian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan. Risiko dapat berakibat positif ataupun negatif. Salah satu pekerjaan yang memiliki risiko kerja yang tinggi yaitu pekerjaan petugas pemadam kebakaran. Selain itu untuk menjadi petugas pemadam kebakaran diperlukan disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama yang tinggi yang harus diberikan penghargaan agar senantiasa memotivasi petugas dalam bekerja. Dengan demikian sudah seharusnya kompensasi yang diterima oleh petugas pemadam kebakaran juga sebanding dengan potensi risiko serta prestasi kerjanya. Kompensasi berdasarkan risiko kerja dan prestasi kerja ini termasuk kedalam bayaran tambahan untuk melakukan tugas/pekerjaan berbahaya (hazard pay) dan bayaran tambahan (bonus) berdasarkan kinerja/prestasi kerja yang dilakukan seorang karyawan (merit pay). Jika dibandingkan dengan sistem kompensasi yang lama, sistem kompensasi usulan ini mengakibatkan bertambahnya pendapatan petugas dari rata-rata sebesar Rp 900.000 per belan per petugas menjadi Rp 1.297.280 per bulan per petugas. Penambahan pendapatan petugas tersebut otomatis juga akan mengakibatkan penambahan anggaran Damkar Kota padang dari Rp 550.800.000 per tahun menjadi Rp 793.935.156 per tahun.

Kata kunci: Kompensasi, Prestasi kerja, Risiko

Full Text:

PDF

References

Mondy, R. Wayne. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.

Hasibuan, Malayu S.P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Dessler G. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia . Human Resource Management 7 th ed. Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 2. Jakarta: PT Prenhallindo.

Cascio. (1992). Human Resources. Jakarta: Erlangga.

Pramana, Tony. (2011). Manajemen Risiko Bisnis. Jakarta: Sinar Ilmu.

Andriyan, Arie. (2011). Perhitungan Nilai Kompensasi atas Risiko Kerja Pemadam Kebakaran-Dinas Kebakaran Kota Surabaya Melalui Pendekatan Manajemen Risiko. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Djohanputro, B. (2008). Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Jakarta: PPM.

Agita, Novas. (2012). Perancangan Skenario Model Pemberian Kompensasi Berbasis Risiko Kerja pada Petugas Lapangan Terminal Purabaya. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Sidharta, Hendra. (2011). Perancangan Sistem Kompensasi Berdasarkan Analisis Risiko bagi Petugas Operasional Pengelolaan Sampah di TPS dan TPA Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Handoko, Hani. (1996). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: PT. BPFE.

Nurmianto, Eko. (2006). Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Berdasarkan Kompetensi Spencer Dengan Metode Analytical Hierarchy Process. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Donoriyanto. D.S. Perancangan Sistem Insentif Berdasarkan Penilaian Prestasi Kerja Karyawan. Jawa Timur: FTI-UPN

Thinni, 2011. Tabel INA DRG. [Firefox Documents, April 18th 2016].

Refbacks

  • There are currently no refbacks.