Perencanaan Sistem Persediaan Bahan Baku Industri Garmen di PT. DM

Main Article Content

Nunung Nurhasanah
Syarif Hidayat
Ajeng Putri Listianingsih
Devi Utami Agustini
Faikar Zakky Haidar
Nida'ul Hasanati

Keywords

Abstract

One of the effort to presence with global competition in the era of the Asean Economic Community (AEC) in 2015, making it the various parties, both government, private, and Small and Medium Industries (SMEs) to compete with products made in ASEAN countries. One of the things that can be done is to make the efficiency of the production costs. For that, we need a production planning and control are very closely related to the raw material. The presence of raw materials becomes important because if there is a shortage of raw materials, will inhibit the production process. If the stock overload can make an effect on the cost savings that can increase the cost of the company. IKM DM is one of the industry that concerned to the manufacture of clothing garment, especially to the shorts. The Problems that are often faced by SMEs is the frequent occurrence both in the warehouse overstock raw materials and finished goods warehouse. It is necessary for research in determining the amount of raw materials in the warehouse, so that capital is not held long. This study only focus to three kinds of pants that has all size model, big size type, and type pants buckle. The purpose of this study is predicting the number of requests using the ARIMA period of 3 months in April, May, and June 2014; planned economic order quantity and raw material ordering schedule using the EOQ method. The study also discusses the raw materials inventory system either periodically or in a perpetual; and ends with the calculation of the limitations of the warehouse. Forecasting pants all size in April, May and June respectively 30 840, 31 962, and 32 357 pieces; the big size pants are 8.645,8.782, and 8782; and the buckle pants are 4,960, 4,980, and 4,980 pieces. As for the number of ordering raw materials at economical polly cloth pants all size, buckle, and the big size of 45 562-yard; 17 684; and 25 534 yards. As for the scheduling of raw materials in the all size type, big size type, and the buckles have ROP values of 4.470,1.382, and 660 yards. The frequency ordering as many as 6 times, 3 times, and 2 times with intervals of 30 days, 64 days, and 80 days. From the calculation of the inventory system, obtained perpetual method has the smallest cost. For the calculation of the limitations vast storehouse of raw materials needed 4 shelves for storage of accessories with a total area of 107m2, with a total of 144m2 warehouse area.
Keywords: Forecasting, inventory , EOQ, Periodic and Perpetual


Abstract

Upaya menghadapi persaingan global di era Asean Economic Community (AEC) di tahun 2015, membuat berbagai pihak baik itu pemerintah, swasta, maupun Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bersaing dengan produk buatan negara ASEAN. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melakukan efisiensi dari sisi biaya produksi. Untuk itu, diperlukan suatu perencanaan dan pengendalian produksi yang sangat berkaitan erat dengan bahan baku. Keberadaan bahan baku menjadi hal yang penting dikarenakan jika terjadi kekurangan bahan baku, akan menghambat proses produksi. Jika berlebih maka berpengaruh pada biaya simpan yang meningkatkan biaya perusahaan. IKM DM merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang garmen khususnya dalam pembuatan pakaian kantor. Masalah yang kerap dihadapi oleh IKM adalah sering terjadinya overstock baik itu di gudang bahan baku, maupun gudang barang jadi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dalam menentukan jumlah bahan baku yang ada di gudang, agar modal tidak tertahan lama. Penelitian ini hanya meneliti celana kantoran tipe all size, big size, dan celana kantor tipe gesper. Tujuan penelitian ini adalah meramalkan jumlah permintaan menggunakan metode ARIMA periode 3 bulan mendatang pada bulan April, Mei, dan Juni; merencanakan jumlah pemesanan ekonomis dan menjadwalkan pemesanan bahan baku menggunakan metode EOQ. Penelitian juga membahas tentang sistem persediaan bahan baku baik secara periodik maupun secara perpetual; dan diakhiri dengan perhitungan keterbatasan gudang. Peramalan celana all size pada bulan April, Mei dan Juni berturut-turut adalah 30.840, 31.962, dan 32.357 potong; pada celana big size adalah 8.645,8.782, dan 8.782; dan pada celana gesper adalah 4.960, 4.980, dan 4.980 potong. Adapun jumlah pemesanan bahan baku ekonomis pada kain polly celana all size, gesper, dan big size sebesar 45.562 yard; 17.684; dan 25.534 yard. Adapun penjadwalan bahan baku pada celana kantor all size,big size,dan gesper memiliki nilai ROP sebesar 4.470,1.382, dan 660 yard. Frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali,3 kali, dan 2 kali dengan interval waktu 30hari, 64 hari, dan 80 hari. Dari hasil perhitungan sistem persediaan, didapat metode perpetual memiliki biaya yang terkecil. Untuk perhitungan keterbatasan luas gudang bahan baku dibutuhkan 4 rak untuk penyimpanan aksesoris dengan total luas 107m2, dengan luas gudang total sebesar 144m2.

Kata kunci: Peramalan, Persediaan, EOQ, Periodic dan Perpetual

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Aulia, M Taqwa. Optimalisasi Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Baju Muslim di PT. XYZ [Skripsi], Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, 2013.
[2] Budiman, Daddy. “Sistem Perencanaan Produksi Dan Pengendalian Bahan Baku Pada Perusahaan Susu Olahan”. Jurnal Ilmiah, Padang: Universitas Andalas, 2004.
[3] Makridakis, Spyros. Dkk. Metode dan Aplikasi Peramalan, Jakarta: Airlangga, 1993.
[4] Tersine, RJ. Priciples Of Inventory and Materials Management Fourth Edition, USA: Prentice-hall International, 1994.